Kepulauan Anambas

Provinsi kepulauan riau memiliki luas ± 251.810,71 km22 dengan penduduk tahun 2007 berjumlah ± 1.393.897 jiwa terdiri dari atas 4(empat) kabupaten dan 2 (dua) kota , perlu memacu peningkatan penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka memperkukuh negara kesatuan Republik Indonesia.

Kabupaten Natuna yang mempunya luas wilayah ± 2.599,18 km2 dengan penduduk pada tahun 2007 berjumlah 92.671 jiwa berdiri atas 17 (tujuh belas) kecamatan. Kabupaten ini memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung penibgkatan penyelenggraan pemerintah

Dengan luas wilayah dan besarnya jumlah penduduk seperti tersebut diatas, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat belum sepenuhnya terjangkau. Kondisi demikian perlu diatasi memperpendek rentang kendali pemerintahan melalui pembentukan daerah otonom baru sehingga pelayanan publik dapat ditingkatkan guna mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat

Dengan memperhatikan aspirasi masyarakat yang dituangkan dalam keputusan dalam Keputusan Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten Natuna Nomor KPTS.05/DPRD/2006 tanggal 22 Maret 2006 tentang persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Natuna terahdap pembentukan Kabupaten Anambas, Surat Bupati Natuna Nomor 125/PEM/22/2006 tanggal 27 januari 2006 prihal Persetujuan Pembetukan Kabupaten Anambas, Surat Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Riau Nomor 04/ktps-DPRD/160/11/2007 tanggal 9 Februari 2007 tentang persetujan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Riau terhadap Pembentukan Kepulauan Anambas, Surat Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Nomor 0040/Kdhkepri.135/02.07 tanggal 5 Februari 2007 Perihal Usulan Pembentukan Kabupaten Anambas, Surat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Natuna Nomor 25/DPRD/II/2007 tanggal 8 Februari 2007 Prihal Penetapan Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Anambas, Surat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Natuna Nomor21/SID-RIS/DPRD/2007 tanggal 3 Februari Prihal Penyiapan Alokasi Dana untuk kabupaten Pemekaran Anambas, Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Natuna Nomor 14/DPRD/07 tangga 25 juni 2007 tentang Persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Natuna Terhadap penetapan Ibukota Kepulauan Anambas Provinsi Kepulauan Riau, Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Natuna Nomor KPTS.31/DPRD/07 tanggal 27 Desember 2007 tentang Dukungan Dana Dalam APBD Kabupaten bagi Calon Kabupaten Kepulauan Anambas, Keputusan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 65.b Tahun 2008 tanggal 29 Februari 2008 tentang Pemberian Bantuan Dana Bagi Daerah Pemekaran Kabupaten Kepulauan Anambas Provinsi Kepulauan Riau, dan Surat Gubernur Kepulauan Riau Nomor 0275/Kdhkepri/05/08 tanggal 27 Mei 2008 perihal Dukungan Penetapan Ibukota Kabupaten Kepulauan Anambas.

Berdasarkan hal tersebut pemerintah telah melakukan kajian secara mendalam dan menyeluruh mengenai kelayakan pembentukan daerah dan berkesimpulan bahwa pemerintah perlu membentuk Kabupaten Kepulauan Anambas

Pembentukan Kabupaten Kepulauan Anambas, yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Natuna, terdiri atas 6 (enam) kecamatan, yaitu Kecamatan Siantan, Kecamatan Jemaja, Kecamatan Palmatak, Kecamatan Jemaja Timur, Kecamatan Siantan Selatan dan Kecamatan Siantan Timur. Kabupaten Kepulauan Anambas memiliki luas wilayah ± 590,14 km2 dengan jumlah penduduk ± 41.341 jiwa pada tahun 2007

Dengan Terbentuknya Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai daerah Otonom, Pemerintah Kepulauan Riau berkewajiban membantu dan memfasilitasi terbentuknya kelembagaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan perangkat daerah efisien dan dan efektif sesuai dengan kebutuhan dan kebutuhan dan kemampuan serta membantu dan menfasilitasi pemindahan personil, pengalihan aset dan dokumen untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam rangka meningkatkan pelayanan publik dan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Dalam melaksanakan otonomi daerah, Kabupaten Kepulauan Anambas perlu melakukan berbagai upaya peningkatan kemampuan ekonomi, penyiapan sarana dan prasarana pemerintah, Pemberdayaan, dan peningkatan sumber daya manusia, serta pengolahan sumber daya alam sesuai dengan peraturan dan perundang – undangan.

WILAYAH ADMINISTRATIF

Batas wilayah perencanaan secara administrasi adalah sebagai berikut :

* Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Cina Selatan.
* Sebelah Timur Berbatasan dengan Laut Natuna.
* Sebelah Selatan berbatasan dengan Kepulauan Tambelan.
* Sebelah Barat berbatasan dengan Laut Cina Selatan.

Luas wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas keseluruhan adalah ± 46.664,14 Km², dengan luas lautan 46.033.81 Km2 (98,65%) sedangkan luas daratan 592,14 Km2 (1,35%). Untuk jumlah pulau keseluruhan adalah 238 pulau dengan yang berpenghuni 26 pulau dan yang belum berpenghuni 212 pulau, 5 pulau terluar Secara administrasi dibagi menjadi 7 (enam) Kecamatan dengan luas wilayah sebagai berikut :

Kabupaten Kepulauan Anambas memiliki letak geografis yang berada di jalur strategis di antara negara Singapura dan Malaysia, wilayah tersebut merupakan pusat pertumbuhan kegiatan ekonomi antara lain barang dan jasa.

Pulau-pulau terluar Kabupaten Kepulauan Anambas antara lain Pulau Tokong Berlayar dengan luas 0,2 Km2 terletak pada Kecamatan Palmatak dengan titik koordinat 03”20’740 LU – 106”16’080 BT, Pulau Tokong Nenas dengan luas 0,25 Km2 terletak pada Kecamatan Siantan dengan titik koordinat 03”31’950 LU – 105”50’450 BT, Pulau Mangkai dengan luas 3 Km2 terletak pada Kecamatan Jemaja dengan titik koordinat 03”05’320 LU – 105”53’500 BT, Pulau Damar dengan luas 0,1 Km2 terletak pada Kecamatan Jemaja dengan titik koordinat 02”44’290 LU – 105”22’460 BT, Pulau Tokong Malang Biru dengan luas 0,1 Km2 terletak pada Kecamatan Jemaja dengan titik koordinat 02”18’000 LU – 105”34’070 BT.

Leave a Comment





Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.