Pulau Siantan

Pulau Siantan dapat di tempuh 45 nenit dari Bandara Matak dengan menggunakan speedboat. Tarempa, ibukota Kabupaten Kepulauan Anambas berada di pulau ini sehingga penduduknya cukup padat serta mempunyai infrastruktur yang relatif lebih lengkap dibandingkan dengan pulau-pulau yang lain. Pulau yang mempunyai luas 105,98 Km2 ini terdiri dari empat kecamatan yaitu: Siantan, Siantan Selatan, Siantan Tengah dan Siantan Timur.

Pegunungan Lintang (61 Om) beracla ditengah pulau. Dari laut yang terbuka, pegunungan ini terlihat gagah membentang disepanjang pulau dan berwarna hijau karena di tumbuhi berbagai jenis pepohonan dari hutan lindung dan kebun masyarakat.

Pantai yang mengelilingi Pulau Siantan bervariasi. Teluk Tarempa, mempunyai kedalaman lebih dari 20 m. Daerah ini menjadi pelabuhan utama kabupaten karena dapat dilabuhi kapal besar. Beberapa teluk yang berpenduduk; lautnya mempunyai kedalaman lebih kurang lima meter hingga dapat dibuat dermaga yang dilabuhi kapal kecil. Beberapa bagian pantai masih sangat asri karena ditumbuhi pohon mangrove yang sangat subur. Bagian lainnya merupakan bebatuan tersusun secara abstrak.

Pulau Siantan dikelilingi banyak pulaupulau kecil. Sebagian berpenduduk dan sebagian masih kosong. Pulau Nyamuk misalnya, terpisah dari Pulau Siantan tetapi menjadi ibukota Kecamatan Siantan Selatan. Pulau-pulau ini selain indah, mempunyai potensi ekonomi yang bervariasi. Beberapa yang tidak berpenduduk, dijadikan perkebunan rakyat.

Keindahan alam Pulau Siantan merupakan potensi wisata yang sangat besar. Di pulau ini terdapat dua buah air terjun yang sangat indah, yaitu Air terjun Temurun di Siantan Timur dan Air terjun Air Bini di Siantan Selatan.

Bagi yang ingin berwisata bahari dapat menuju Pulau Temawan dan Pulau Penjaul, Siantan Timur. Daerah Rintis yang sejuk dengan hutan yang alami di Pegunungan Lintang, Siantan Tengah sangat menarik untuk dijadikan area tracking.

Bagi wisatawan yang ingin melaksanakan kegiatan bahari, beberapa tempat di sekitar Pulau Siantan dapat menjadi pilihan misalnya Pulau Temawan yang berada tidak jauh dari kota Tarempa. Pulau Temawan atau disebut juga Pulau Temuang, merupakan pulau yang tidak berpenduduk dan dapat ditempuh dari Terempa sekitar 30 menit dengan menggunakan speedboat. Letaknya di bagian Timur Terempa (Pulau Siantan) atau sebelah Tenggara Pulau Matak. Sebagian kawasan pulau ini pantainya merupakan gugusan batu-batu besar dan habitat ekosistem mangrove sehingga diarahkan untuk dikonservasi.

Saat libur banyak wisatawan dari Tarempa datang berkunjung ke Pulau Temawan untuk bersantai, menikmati pemandangan dan bermain di pantai berpasir putih, mengamati dan bermain di antara batuan alam, atau mengamati hutan mangrove yang masih alami.

Salah satu kegiatan yang banyak diminati adalah snorkeling. Air laut sangat bening hingga terumbu karang berbagai warna terlihat dengan jelas. Berbagai jenis ikan berwarna-warni terlihat meiintas seakan menantang untuk di dekati.

Bagi wisatawan yang ingin menyelam dapat mencoba di bagian Barat Pulau Temawan. Bentuk dan warna serta berbagai jenis ikan yang bermain diantara karang menimbulkan imaji tersendiri. Ragam bentuk dan warna tersebut merupakan bentukan dari Acropora sp, Goniopora sp, Lobophylia sp, Pocillopora sp, Porites sp yang mendominasi kawasan wisata Pulau Temawan.

AIR TERJUN TEMURUN

Obyek wisata alam di pulau Siantan yang sangat indah adalah Air Terjun Temurun. Air terjun ini terletak di desa Temurun kecamatan Siantan Timur. Dengan menggunakan speedboat, dari Kota Tarempa, dibutuhkan waktu 45 menit. Bila melalui jalan darat, hanya dapat menggunakan sepeda motor. Diperlukan waktu 90 menit mendaki Pegunungan Lintang, dan motor harus dipacu hati hati saat melalui jalan tanah yang saat hujan sangat licin.

Air terjun Temurun berhadapan langsung dengan Laut Cina Selatan. Dari kejauhanterlihat sangat indah karena memiliki kontur batu yang berundak-undak sebanyak tujuh tingkat. Layaknya rambut seorang wanita yang terurai, aliran air terlihat diselasela bebatuan kecoklatan.

Air terjun ini dikeliling oleh pepohonan yang masih hijau alami. Pepohonan rimbun ini terdiri dari hutan lindung serta perkebunan rakyat yang tumbuh subur. Sementara di bagian bawah dan berbatasan dengan laut, mangrove tumbuh dengan subur.

Kapal hanya dapat merapat di dermaga Desa Temurun. Sepuluh menit yang dibutuhkan untuk mencapai air terjun. Bagi yang ingin melihat pemandangan dari atas air terjun ini, tersedia jalan menanjak dan nyaman untuk didaki. Sementara yang ingin menikmati susana hutan mangrove yang alami, dapat bersantai di bagian bawah air terjun.

OBYEK WISATA AIR TERJUN AIR BINI

Salah satu keindahan alam yang menarik di pulau Siantan adalah air terjun Air Bini yang terletak di desa Air Bini Siantan Selatan. Berbeda dengan air terjun Temurun, air terjun ini tidak berhadapan langsung dengan laut, tetapi transportasi yang termudah adalah melalui laut. Dari Tarempa diperlukan waktu 60 menit dengan speedboat dan 90 menit dengan pompong untuk mencapai air terjun ini. Melalui darat memerlukan waktu dua jam, hanya dapat menggunakan motor dan harus melintasi Pegunungan Lintang yang sebahagian jalannya masih berupa tanah.

Agar perahu tidak mengalami kesulitan saat menepi dan meninggalkan perairan dekat air terjun, berangkatlah pagi hari dari Tarempa. Selain matahari belum terlalu panas, pantulan sinarnya di laut yang bening terlihat sangat indah. Pagi hari, beberapa burung masih bercengkrama di ^!erimbunan mangrove.

Memasuki teluk kecil di Desa Air Bini, pemandangan yang sangat mengagumkan. Hutan bakau terlihat sangat rimbun dan daunnya masih menyisakan embun. Air laut menyempit seolah menjadi muara kecil yang memanjang menuju tepian. Speedboat harus dikemudikan perlahan mencari bagian yang cukup dalam. Di beberapa rerimbunan, sekelompok burung berayun di dahan. Sesekali burung melintas. Sayangnya kera dan beberapa binatang lain yang biasa ada di daerah itu tidak terlihat.

Speedboat bersandar, petualanganpun dimulai. Kaki harus lincah menghindari akar mangrove yang rimbun. Dalam hitungan puluhan meter rimbunan mangrove berubah menjadi hutan tropis. Berjalan diantara pepohonan rimbun memerlukan konsentrasi tersendiri. Mata harus lebih teliti karena pandan duri dan rotan tumbuh

disela-sela pepohonan. Jalan menanjak mengantar ke sungai dengan bebatuan besar yang tersusun berundak. Air yang sangat bening mengalir deras diantara batuan itu. Langkah kaki menuju hulu harus lebih berhati-hati karena selain arus yang deras, batuan yang menonjol cukup licin.

Petualangan menghantar ke air terjun yang suasananya masih ‘perawan’. Di bagian hulu, air terjun terlihat indah diapit oleh bebatuan besar dan jatuh secara vertikal. Sementara ke arah hilir, air mengalir deras di sela bebatuan besar yang menghalanginya. Betapa nikmat melepas lelah sambil duduk dibebatuan besar itu. Udara terasa sejuk dikelilingi hutan yang sangat lebat. Sungai menyajikan paduan buih air yang berkejaran. Suara deburan air yang menghantam bebatuan memberikan sensasi yang luar biasa. Sungguh karunia yang tiada tara.

Leave a Comment





Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.